Kamis, 24 November 2022

Tema Hari Guru Nasional Beserta Logo dan Templat Twibbonnya

 

Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 November 2022. Tema Hari Guru Nasional tahun 2022 ini tentang inovasi dan merdeka belajar.

Hari Guru bertujuan untuk menghormati peran dan jasa-jasa guru di Indonesia. Guru sebagai pendidik menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat Indonesia.

Guru juga menjadi tonggak utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itulah guru sangat layak disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Lantas seperti apa tema, logo dan sejarah hari guru nasional? Berikut penjelasannya dirangkum detikSulsel dari berbagai sumber.

Sejarah Hari Guru Nasional

Melansir dari laman resmi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), organisasi guru di Indonesia sudah ada sejak tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Semangat perjuangan dan kebangsaan pun sudah ada di kalangan guru-guru bangsa Indonesia kala itu.

Organisasi PGHB terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah dan pemilik sekolah. Dengan semangat perjuangan, mereka bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Di samping bertugas mengajar di sekolah, PGHB pun terus memperjuangkan nasib para anggotanya. Adanya perbedaan status sosial, pangkat, dan latar belakang antara guru pribumi dan guru Belanda menjadi satu tantangan utama.

Sejalan dengan kondisi itu, disamping PGHB berkembang pula organisasi lain yang bercorak keagamaan, kebangsaan dan sebagainya seperti Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB).

Semangat perjuangan dan kesadaran akan kesetaraan mendorong para guru pribumi terus memperjuangkan persamaan hak dengan pihak Belanda.

Dengan perjuangan tersebut, beberapa guru akhirnya berhasil mengisi jabatan penting. Kepala HIS (Hollandsch-Inlandsche School) yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan guru Indonesia.

Selain memperjuangkan perubahan nasib dan kesetaraan, semangat juang para guru juga berkobar untuk tujuan yang lebih besar. Yakni cita-cita dalam mencapai kemerdekaan.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pihak Belanda.

Karena kata "Indonesia" yang mencerminkan semangat kebangsaan tidak disukai oleh Belanda. Sebaliknya, kata "Indonesia" itu sangat didambakan oleh guru dan rakyat pribumi.

Pada zaman pendudukan Jepang, semua organisasi dilarang, sekolah-sekolah pun ditutup. Persatuan Guru Indonesia (PGI) tak lagi bisa beraktivitas. Namun semangat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjadi dasar bagi PGI untuk menggelar Kongres Guru Indonesia. Kongres itu diadakan di Surakarta pada tanggal 24-25 November 1945.

Para peserta Kongres Guru Indonesia ini adalah para guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru, dan pegawai pendidikan RI yang baru dibentuk. Mereka semua bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasil dari kongres ini menyepakati untuk menghapus semua perbedaan status, tamatan, lingkungan, politik, agama dan suku di kalangan para guru. Selain itu yang lebih penting adalah pada tanggal 25 November 1945 tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pun didirikan.

Sejak kongres itu pula, semua guru Indonesia yang sebelumnya terpecah belah dalam berbagai organisasi menyatakan diri bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Semangat perjuangan selalu utuh dalam tubuh PGRI sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, organisasi ketenagakerjaan yang bersifat unitaristik dan independen.

Sejak saat itulah, sebagai penghormatan kepada para guru di Indonesia, pemerintah menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Penetapan ini disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 dan diperingati setiap tahun.

Tema, Logo, dan Templat Hari Guru Nasional 2022

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) telah memberikan apresiasi terhadap dedikasi guru di Indonesia. Tema Hari Guru Nasional tahun 2022 adalah "Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar".

Adapun logo Hari Guru Nasional 2022 yang ditetapkan oleh Kemdikbud adalah sebagai berikut.

 Untuk memeriahkan Hari Guru Nasional 2022, Kemdikbud mengimbau kepada satuan pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan secara kreatif.

Berikut tautan templat Hari Guru Nasional versi SMK PUI Jatibarang:

Klik di sini

Baca artikel detiksulsel, "Tema Hari Guru Nasional 2022 Beserta Logo dan Link Downloadnya" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6423533/tema-hari-guru-nasional-2022-beserta-logo-dan-link-downloadnya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Tema Hari Guru Nasional 2022 Beserta Logo dan Link Downloadnya

Baca artikel detiksulsel, "Tema Hari Guru Nasional 2022 Beserta Logo dan Link Downloadnya" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6423533/tema-hari-guru-nasional-2022-beserta-logo-dan-link-downloadnya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kamis, 17 November 2022

Panitia Telah Menetapkan Perolehan Suara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang Periode 2022--2023

Panitia Telah Menetapkan Perolehan Suara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang Periode 2022--2023

 

Panitia Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang periode 2022—2023 telah menetapkan hasil perhitungan suara untuk pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 memperoleh 127 suara, pasangan nomor urut kedua mendapat 86 suara, pasangan nomor urut 3 mendapat 57 suara, pasangan nomor urut 4 mendapat 82 suara, dan pasangan nomor urut 5 mendapat 114 suara.

Jumlah pemilih—termasuk semua siswa, dewan guru, dan tenaga administrasi sekolah—ialah sebanyak 704. Dari total daftar pemilih, sebanyak 248 tidak menggunakan hak pilihnya.


 

Senin, 14 November 2022

5 Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang Periode 2022--2023

5 Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang Periode 2022--2023

 


Seperti layaknya organisasi pada umumnya, pergantian kepengurusan adalah dinamika proses pembinaan organisasi agar tercipta penyegaran dan munculnya ide-ide yang lebih kreatif dan berkembang dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi. Pergantian kepengurusan masuk ke dalam program kerja tahunan OSIS SMK PUI Jatibarang yang salah satu bentuknya ialah pemilihan ketua dan wakil ketua.

Dari program kerja OSIS ini dalam waktu dekat, SMK PUI Jatibarang akan menyelenggarakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang periode 2022—2023. Penyelenggaraan pemilihan akan dilaksanakan pada 16 November 2022 di Labkom 1 TKJ SMK PUI Jatibarang.

Berikut adalah calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang periode 2022—2023.

1.    Dicky Satrio Galang Ramadhan dan Pratama Imam Nur Siddqi

Pasangan nomor urut pertama ialah Dicky (XI TSM 1) dan Imam (X TKR 1). Calon ketua dan wakil ketua OSIS ini mempunyai visi memajukan, menjaga, dan mengharumkan nama baik sekolah.

2.    Kurnia dan Agung Ratiman Syah

Pasangan nomor urut kedua ialah Kurnia ( XI TSM 2) dan Agung Ratiman Syah (X TKJ 1). Pasangan nomor urut kedua ini bertekad menyalurkan bakat serta minat Anak Puija sesuai potensi yang dimiliki.

3.    Alip Muhammad dan Aditiya Saputra

Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi adalah upaya menumbuhkan rasa sosial yang tinggi antarwarga sekolah. Pasangan calon nomor urut ketiga, Alip Muhammad dan Aditiya Saputra punya misi untuk menumbuhkan rasa sosial yang tinggi antarwarga sekolah.

4.    Kusnipah dan Dede Anggi Sapitri

 

Anak Puija harus selalu memajukan dan mengembangkan SMK PUI Jatibarang sebagai sekolah yang bisa mencontohkan lebih baik ke depannya dan bisa memotivasi kepada sekolah lain. Inilah pasangan nomor urut keempa, Kusnipah dan Dede Anggi Sapitri.

5.    Maharani dan Ghina Roudhotul Jannah

 

Pasangan terakhir adalah Maharani dan Ghina Roudhotul Jannah. Pasangan ini bersiap untuk mewujudkan SMK PUI Jatibarang yang aktif, kreatif, dan inovatif.

Nah, itulah kelima pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK PUI Jatibarang periode 2022—2023. Anak Puija yang melakukan pemilihan berarti telah berupaya untuk memajukan SMK PUI Jatibarang sebagai sekolah pilihan terdepan.